LANDASAN TEORITIS ANGGARAN BELANJA RUTIN

Penggunaan kata anggaran telah dikenal sejak lama, dimana pengertiannya mengarah kepada anggaran atau budget Negara. Banyak pendapat telah dikemukakan oleh para ahli tentang pengertian dan definisi anggaran. Walaupun pendapat tersebut berbeda-beda, namun pada dasarnya memiliki konsep dasar yang sama tentang pengertian anggaran tersebut, yaitu suatu rencana yang disusun secara tertulis untuk masa yang akan datang yang disajikan dalam bentuk angka-angka. Istilah anggaran atau budget di dalam dunia usaha sering juga disebut business budget, profit planning and control, comprehensive budgeting, managerial, business budgeting and control (Adisaputro dan Asri, 1994:7).

Welsch (1990:14) mengemukakan bahwa anggaran adalah:

“Suatu pendekatan ancangan sistematis dan formal untuk mencapai      perencanaan, perkoordinasian dan pengendalian tanggung jawab manajemen. Pada khususnya, ungkapan atau istilah ini menyangkut pengembangan dan penerapannya.”

  1. Tujuan-tujuan luas jangka panjang untuk perusahaan.
  2. Perincian sasaran-sasaran perusahaan.
  3. Suatu rencana  laba jangka panjang yang dikembangkan dalam batas-batas yang luas.
  4. Suatu rencana laba jangka pendek yang diperinci menurut tanggung jawab yang bersangkutan (divisi-divisi, produk-produk, proyek-proyek).
  5. Suatu sistem laporan-laporan pelaksanaan berkala yang diperinci menurut tanggung jawab yang dibebankan.
  6. Prosedur-prosedur tindak lanjut (follow-up procedures)

Di lain pihak Anthony, Dearden, dan Bedfird (1991:489) yang diterjemahkan oleh Agus Maulana membedakan pengertian antara anggaran dengan ramalan (forecast) sebagai berikut:

“Anggaran (budged) adalah rencana manajemen, dengan anggapan bahwa penyusunan anggaran akan mengambil langkah-langkah positif untuk merealasasikan rencana yang telah disusun; sedangkan ramalan (forecast) hanya semata-mata usaha memperkirakan apa yang akan terjadi, tetapi mengikat orang yang meramalkan bahwa penciptaannya akan terjadi.”

Selain itu Sirait-Wibowo memberikan pengertian tentang anggaran yang mereka terjemahkan dari Matz dan Usry (1990:3): “Perencanaan laba merupakan rencana kerja yang telah diperhitungkan dengan cermat dimana implikasi keuangannya dinyatakan dalam bentuk proyeksi perhitungan laba rugi, neraca, kas, dan modal kerja untuk jangka panjang dan jangka pendek.”

Menurut Heckert (1990:138) yang dimaksud dengan anggaran adalah:

”Perencanaan dapat dijelaskan sebagai suatu kesempatan untuk mempertimbangkan dan mencoba harta yang bernilai (termasuk manusia dan bahan) dari sebuah perusahaan sebelum meningkatkan resiko.”

Saputro (1994:138), mendefinisikan anggaran adalah sebagai berikut:

Sebagai sistem yang otonom karena mempunyai sasaran serta cara-cara tersendiri yang merupakan suatu kebulatan dan cara yang berbeda degan sasaran serta cara kerja sistem lain yang ada dalam perusahaan, tetapi juga dapat dianggap sebagai suatu sub sistem yakni bagian dari sistem lain yang lebih besar.

Selanjutnya Soepangat (1991:160) mengemukakan bahwa: “Anggaran adalah suatu daftar atau pernyataan terperinci tentang penerimaan dan pengeluaran yang diharapkan dalam jangka waktu untuk memudahkan pengambilan keputusan.”

Menurut Syamsi (1994:20), anggaran adalah sebagai berikut: “Suatu rencana yang meliputi bermacam-macam kegiatan dari berbagai tindakan untuk jangka waktu tertentu yang dinyatakan dalam angka atau satuan uang.”

Dari pengertian di atas dijelaskan bahwa perencanaan merupakan suatu yang harus diterapkan manajemen sebelum berlangsungnya kegiatan operasional perusahaan. Hal tersebut berguna bagi perusahaan karena dapat mengurangi ketidakpastian di masa depan dan dapat merupakan suatu bantuan yang nyata kepada pimpinan perusahaan di dalam menetapkan tujuan-tujuan dan kebijaksanaan serta mengambil keputusan dalam menetapkan cara dan kerja sama pada pelaksanaannya

Anggaran Belanja rutin

Di dalam pembagian atau klasifikasi belanja, maka belanja rutin termasuk atau sama dengan biaya administasi dan umum. Jadi belanja rutin adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk lingkungan kantor meliputi belanja pagawai, belanja barang dan pemeliharan serta yang lainya yang berhubungan dengan administrasi kantor.

Dalam Keputusan Presiden No. 33 Tahun 1969, dinyatakan bahwa “Anggaran belanja rutin memuat seluruh pengeluaran aparatur pemerintah sehari-hari yang tiap tahun diperlukan untuk mengamankan dalam menjamin kelangsungan tugas dan kewajiban secara efektif.”

Agar lebih jelasnya,  maka pengertian belanja rutin dapat dibagi 4( empat) yaitu:

  1. Belanja pengawai

Yaitu semua pengeluaran yang langsung berhubungan dengan pegawai dan menjadi penghasilan bagi pegawai baik berupa uang maupun dalam bentuk barang pangan.

  1. Belanja Barang

Yaitu semua pengeluaran yang langsung di manfaatkan untuk keperluan kantor baik untuk keperluan sehari-hari maupun inventaris kantor atau pengeluaran yang berbentuk langganan dan jasa maupun dalam bentuk pengeluaran lainnya.

  1. Biaya Pemeliharaan

Yaitu meliputi pengeluaran untuk pemanfaatan mempertahankan daya guna, baik berupa barang-barang  bergerak maupun barang yang tidak bergerak dalam rangka kelangsungan tugas dan kewajiban pemerintah.

  1. Biaya Perjalanan Dinas

Biaya ini meliputi pengeluaran untuk perjalanan dinas biasa dalam rangka operasional dan pengawasan kedaerah-daerah.

Jadi anggaran rutin adalah suatu anggaran yang diberikan setiap tahun yang besarnya ditetapkan oleh pemerintah yang digunakan untuk kelancaran kegiatan pemerintah sehari-hari, dikeluarkan untuk melayani kepentingan umum dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu dalam anggaran rutin perlu dipertimbangkan faktor-faktor yang mendapat prioritas, guna membiayai kegiatan pelaksanaan pada pemerintah dalam melayani kebutuhan masyarakat.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: