Pendahuluan Skripsi Penggajian dalam Islam

A. Latar Belakang Masalah

Menurut ketentuan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 8 Tahun 1981 Tentang Perlindungan Upah, dalam pasal 1 dijelaskan upah (jerih payah) adalah suatu penerimaan sebagai imbalan dari pengusaha (majikan atau orang yang mempekerjakan) kepada buruh (orang yang disuruh kerja) untuk suatu pekerjaan atau jasa yang telah atau akan dilakukan. Dinyatakan atau dinilai dalam bentuk uang yang ditetapkan berdasarkan peraturan-peraturan atau perundang-undangan yang dibayar atas dasar suatu perjanjian kerja antar pemberi pekerjaan dengan orang yang bekerja. Termasuk tunjangan baik untuk pekerja maupun keluarganya.

Perealisasian pembayaran jerih payah telah menjadi kewajiban bagi setiap majikan orang atau badan instansi pemerintah atau swasta, yang mempekerjakan orang lain untuk melakukan pekerjaan yang disuruhnya. Upah atau jerih payah wajib dibayar setelah pekerja (buruh, tukang, guru kontrak, pegawai honor, pegawai lepas, dan lain-lain) selesai melakukan pekerjaan. Jerih payah tersebut dibayar sesuai perjanjian (aqad) yang telah disetujui bersama. Dalam arti kata gaji pekerja harus dibayar tepat pada waktunya tidak boleh ditunda-tunda.

Dalam aqad perjanjian kontrak kerja antara guru kontrak dengan Pemerintah Daerah sesuai dengan UU No. 20 tahun 2003 Tentang Pendidikan Nasional, tidak ada istilah penundaan pembayaran gaji guru. Sejalan dengan hal itu Rasulullah SAW bersabda dalam suatu hadits yang berbunyi:

عن عبد الله بن عمرقال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم أعطواالأجيرأجره قبل أ ن يجف عرقه (روا ه ا بن ماجه)[1]

Artinya: Dari Abdillah bin Umar berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda: Berilah upah kepada orang pekerja sebelum keringatnya kering. (H.R. Ibnu Majah)

Menurut Sayyid Sabiq, pembayaran upah harus sesuai perjanjian. Jika dalam perjanjian ditentukan upah dibayar tiap bulan atau tiap berakhir atau selesai pekerjaan. Maka majikan wajib membayarnya sesuai dengan pekerjaan tersebut.[2] Jika tanpa sebab yang hak atau sebab yang jelas majikan menunda upah, maka hal itu merupakan kedhaliman yang menyimpang dari konsep ajaran ekonomi Islam.

Namun, akibat kekurangan guru, Pemerintah Daerah Kabupaten Pidie yang berpijak pada UU  No. 20 Tahun 2003 tentang pendidikan Nasional dan UU No. 18 tahun 2001 tentang otonomi khusus NAD Jo UU No. 44 tahun 1999 tentang keistimewaan Aceh Jo UU No. 25 tahun 1999 tentang perimbangan keuangan Pusat Daerah, merekrut tenaga guru Honor Daerah (guru Honda) yang sering disebut juga dengan guru kontrak (Gukon). Dengan ketentuan pembayaran gajinya ditanggung oleh daerah. Gaji tersebut dianggarkan tiap tahun melalui APBD Kabupaten Pidie sebesar upah minimum yaitu Rp 600.000.00,- perbulan untuk perorang. Hal ini sesuai dengan pasal 3 tentang bantuan jaminan hidup yang ditentukan dalam perjanjian kerja guru kontrak di Pidie tahun 2005, yaitu:

Pasal 3

  1. PIHAK KEDUA akan menerima bantuan jaminan hidup bulanan sebesar Rp.600.000.00,- (Enam ratus ribu rupiah), bagi Guru Kontrak, dibayar sesuai dengan aktif mengajar pada sekolah penempatan, bantuan jaminan hidup bulanan akan ditranfer melalui rekening masing-masing pada setiap akhir bulan dengan pengambilannya menunjukkan surat aktif dari Kepala Sekolah dan tanda pengenal sebagai Guru Kontrak.
  2. PIHAK KEDUA akan menerima bantuan Asuransi Jiwa dan Kecelakaan jika Guru Kontrak mendapat kecelakaan atau meninggal dunia dalam melaksanakan tugas di Asuransi yang ditunjuk.

Faktor penundaan uang yang ditunda disimpan di bank karena sistem pencairan gaji guru selama ini menganut sistem birokrasi yang tidak transparan, sehingga mengarah kepada berbelit-belit dan kurang jelas. Contohnya menurut Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Pidie beralasan bahwa laporan bulanan guru kontrak belum lengkap yang dikirim oleh masing-masing SMP. Sehingga, laporan bulanan untuk pencairan dana gaji guru kontrak terlambat untuk dipersiapkan oleh dinas bersangkutan. Gaji yang ditransfer melalui bank BPD setempat, saat ditransfer oleh pusat tepat waktu, namun karena daftar laporan gaji bulanan di BPD terlambat diproses sehingga memakan waktu beberapa lama untuk pembuatan daftar tersebut. Setelah daftar tersebut selesai kemudian gaji akan dimasukkan ke rekening masing-masing. Faktor sistem administrasi yang sering lambat disiapkan pejabat dinas yang berkompeten karena harus terlebih dahulu menunggu semua laporan lengkap dari sekolah dan menghubungi instansi terkait, seperti pihak perbankan dan tim penyusun APBD yang ada di daerah masing-masing. Kondisi demikian membutuhkan waktu yang lama dan berbelit-belit, maka penyaluran gaji guru kontrak jadi terlambat pula.

Akan tetapi guru kontrak yang bekerja pada SMP di Kecamatan Mutiara yang termasuk dalam lingkungan Dinas Pendidikan Pidie sering mengalami penundaan pembayaran gaji, bahkan sampai tiga bulan berturut-turut. Hal itu sudah sering terjadi bahkan sejak tahun 2003, 2004 dan 2005. Sehingga dengan demikian menimbulkan dampak yang menyedihkan bagi kesejahteraan guru kontrak. Secara ekonomis hal itu sangat merugikan guru kontrak yang direkrut secara legal.

Kenyataan demikian telah membuat guru kontrak banyak yang terjerat hutang. Di samping itu terjadinya penundaan pembayaran jerih payah juga dapat menghambat proses belajar mengajar. Karena pendapatan tersebut juga digunakan guru untuk kepentingan mengajar. Baik untuk membeli buku, transportasi dan lainnya yang berkaitan dengan kelancaran proses belajar mengajar.

Penundaan jerih payah tersebut tidak sesuai dengan prinsip-prinsip sistem berusaha menurut syariat Islam, karena guru kontrak juga merupakan bagian dari program pemerintah untuk pemberdayaan ekonomi kaum intelektual sekaligus untuk mengurangi pengangguran. Namun, efek samping penundaan gaji dapat merusak nilai-nilai kemitraan dalam memperoleh pendapatan yang halal menurut konsep Islami.


[1] Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, Juz II Darul – Fikri, Kairo, tt, hlm. 817.

[2] Sayyid Sabiq, Fiqhus Sunnah, juz XIII, cet. IV, Darul Fikri, Libanon, 1983, hlm. 204.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: