ANALISIS HUBUNGAN ANTARA RASIO CAMEL DAN KEMAMPUAN MENGHASILKAN LABA TAHUN FISKAL BERIKUTNYA PADA BAITUL QIRADH DI KOTA BANDA ACEH

1.1 Latar Belakang Masalah
Lembaga keuangan merupakan institusi penting dalam pertumbuhan perekonomian suatu negara. Sebagai lembaga yang mengumpulkan dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat, lembaga keuangan dapat memainkan peranan untuk menciptakan perekembangan perekonomian makro. Oleh kerena itu, berbagai upaya dilakukan untuk memperoleh sistem lembaga keuangan yang dapat mewujudkan peran di atas, termasuk mencari sistem lembaga keuangan alternatif melalui lembaga keuangan syari’ah.
Berdasarkan kenyataan di atas, banyak lembaga keuangan konvensional mengkonversikan sistem konvensional ke sistem syariah atau membuka unit usaha syariah. Selain itu, banyak pula lembaga keuangan baru yang didirikan dengan sistem operasional berdasarkan prinsip syariah, baik berupa bank-bank umum maupun BPRS dan lembaga keuangan mikro lainnya. Salah satu lembaga keuangan mikro adalah Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) yang berbadan hukum koperasi.
Baitul Maal Wat Tamwil pertama di Indonesia yaitu BMT Bina Insan Kamil pada tahun 1992. BMT ini didirikan sebagai upaya untuk memberikan akses simpan pinjam kepada masyarakat menengah ke bawah yang didasari pada prinsip-prinsip syari’ah. Sehingga BMT diharapkan mampu menjadi lembaga keuangan alternatif bagi umat Islam.
Di Nanggroe Aceh Darussalam, BMT yang dikenal dengan nama Baitul Qiradh (BQ). Pertama kali BQ di Nanggroe Aceh Darussalam diresmikan pada hari Sabtu tanggal 80 Juli 1995 sebanyak 50 unit yang tersebar di seluruh kabupaten (Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah NAD, 2007). Peresmian dilakukan oleh ketua Umum ICMI Pusat Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie di Mesjid Raya Banda Aceh. Namun hingga sekarang hanya 37 Baitul Qiradh yang masih beroperasi dan tujuh belas di antaranya terdapat di kota Banda Aceh (Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah NAD, 2007).
Baitul Qiradh (BQ) merupakan lembaga usaha ekonomi rakyat kecil yang bernaggotakan orang seorang atau badan hukum yang dikelola berdasarkan prinsip syariah (Republika Online, 18 Maret 2005). Baitul Qiradh pada prinsipnya bertujuan mengambangkan usaha-usaha produktif dan investasi dalam meningkatkan kualitas kegiatan ekonomi sektor riil khususnya pengusaha kecil sebagai upaya pengentasan kemiskinan. Prinsip tersebut dilakukan dalam bentuk pembiayaan dan secara operasional dapat disamakan dengan kegiatan simpan pinjam kegiatan perbankan secara yang berdasarkan syari’at Islam.
Menurut data yang dikeluarkan oleh Program Pengembangan Lembaga Keuangan Mikro GTZ (www.indoensia.gtz.org), baitul qiradh di Banda Banda Aceh, jumlah dana yang tersedia untuk setiap BQ berkisar antara 100-70 juta rupiah dengan jumlah nasabah 300-2.000 orang pribadi atau organisasi. Karena itu BQ harus terus meningkatkan kinerjanya untuk meningkatkan kepercayaan dari masyarakat.
Suatu BQ tetap harus memenuhi kriteria-kriteria layaknya sebuah bank syariah agar dapat meningkatkan kepercayaan di masyarakat. Oleh karena itu perlu diketahui tingkat kesehatan keuangan untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi aktual Baitul Qiradh, sehingga dapat membantu pihak-pihak tertentu dalam pengambilan keputusan agar terhindar dari kesalahan. Hal ini dilakukan dengan menyajikan laporan keuangan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi berlaku umum.
Riyanto (2000:327-328) menjelaskan bahwa laporan keuangan merupakan penyajian untuk menyediakan informasi keuangan suatu perusahaan sehingga dapat dipergunakan bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam mengelola usahanya serta dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan (decision making). PSAK Nomor 27 tentang Akuntansi Perkoperasian paragraf 74 menyebutkan bahwa laporan keuangan lengkap dari badan usaha berbadan hukum koperasi terdiri: a) neraca, b) laporan sisa hasil usaha atau perhitungan laba rugi koperasi, c) laporan promosi ekonomi anggota, d) laporan arus kas dan e) catatan atas laporan keuangan.
Laporan keuangan setiap perusahaan termasuk baitul qiradh, akan lebih bermakna jika dianalisa dan diinteprestasikan. Hal tersebut bertujuan untuk mengevaluasi kondisi keuangan dan kinerja perusahaan sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan. Analisa dan intrepretasi dapat dilakukan dengan mencari rasio-rasio keuangan, baik itu melalui rasio analisa horizontal, analisa trend, maupun analisa vertikal.
Sebagai laporan keuangan lembaga keuangan, laporan keuangan baitul qiradh dapat dianalisis dengan rasio CAMEL, yaitu rasio keuangan yang ditinjau dari sisi modal, asset, manajemen, earning dan likuiditas. Rasio CAMEL mampu memberikan gambaran kinerja keuangan yang merupakan aspek yang sangat dominan pengaruhnya bagi kelancaran operasional dan kesehatan baitul qiradh. Selain itu kinerja keuangan yang dianalisa melalaui rasio CAMEL juga dapat dijadikan sebagai alat ekspektasi (peramalan) bagi kinerja keuangan tahun berikutnya.
Pada baitul qiradh rasio CAMEL dapat dianalisis dengan menggunakan laporan perhitungan laba rugi dan neraca. Adapun kompenen dari laporan perhitungan laba rugi yang dilihat untuk menganalisisi rasio CAMEL pada baitul qiradh adalah modal, total asset, aktiva tetap, aktiva tetap beresiko, inventaris, laba sebelum pajak, laba setelah pajak, pendapatan bunga, pendapatan operasional dan biaya operasional. Dari komponen-komponen di atas dapat dihitung rasio CAMEL di antaranya CAR (Capital Adequancy Ratio), Rasio Aktiva Tetap terhadap Modal, ROA (Return on Assets), ROE (Return on Equity), NIM (Net Interest Margin), Rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan, dan Rasio LDR (Loan to Deposit Ratio). Tetapi menurut Nurhayati (2006: 39) baitul qiradh-baitul qiradh di Banda Aceh belum menggunakan rasio-rasio di atas untuk mengukur tingkat kesehatan baitul qiradh.
Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik melakukan penelitian yang berjudul “ANALISIS HUBUNGAN ANTARA RASIO CAMEL DAN KEMAMPUAN MENGHASILKAN LABA TAHUN FISKAL BERIKUTNYA PADA BAITUL QIRADH DI KOTA BANDA ACEH”.

Satu Tanggapan

  1. kok gak ada rumus – rumus analisis rasio yang digunakan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: