Doa sang Pendosa untuk Tanah Terkasih

I

Tuhan

untuk tanah ini aku ragu tengadahkan tangan

sebab kami terlalu lancang telanjang

seraya berteriak HAM

tanpa mau tahu Hak-Mu Tuhan, kami ingin bebas

Untuk tanah yang Engkau titipkan pada kami ini

malu aku bilang pada-Mu

“damaikan negeri kami”

karena Engkau pun tahu Ya Rabbi

kami tiggalkan helaian jelbab

untuk nampakkan helaian rambut

kami enggan untuk tutup badan

hanya membalut demi keindahan

II

Tuhan

Tangan ini tak lagi mampu menengadah,

untuk tanah terkasih yang satu ini

karena kami selalu mengharap

genggaman jari lain selain jemari-Mu

Ya Rabbi

Bukan hamba sombong tak mau bilang

“kembalikan ketampanan tanah ini” pada-Mu

tapi, Engkau pun lebih tahu

tanah ini sendiri telah muak menyaksikan

lenggang jalan kami yang melupakan-Mu

III

Bagai mana bisa kami mohon padamu

ya Rabbi

sedang di sini lidah kami telah berhenti bertasbih

yang tinggal hanya trotoar

dengan tertatih terus berightifar

seraya mengucapkan Masya’ Allah

ketika melihat kami berjalan di atasnya

Tuhan

untuk tanah-Mu yang satu ini

aku tak akan minta apa-apa dari-Mu

sebelum kami tak lagi mengharap senyum selain senyum-Mu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: