EVALUASI BELAJAR

Pengertian Evaluasi Belajar

Menurut Thoha (1996:1) “Evaluasi berasal dari bahasa Inggris evaluation yang berarti penilaian atau penaksiran”. Sudijono (2003:1) menyebutkan: “Evaluasi adalah suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu”. Selanjutnya Sudijono (2003:2) juga menyebutkan: “Evaluasi pendidikan adalah kegiatan atau proses penentuan nilai pendidikan, sehingga dapat diketahui mutu atau hasil-hasilnya”. Dengan demikian evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai penilaian dalam bidang pendidikan atau penilaian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1994:2) menyatakan “Penilaian adalah merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan”.

Mengenai pengertian evaluasi pendidikan, Lembaga Administrasi Negara (Sudijono, 2003:2) mengemukakan bahwa batasan tentang evaluasi pendidikan adalah (1) Evaluasi pendidikan adalah proses/kegiatan untuk menentukan kemajuan pendidikan, dibandingkan dengan tujuan yang telah ditentukan. (2) Evaluasi pendidikan adalah usaha untuk memperoleh informasi berupa umpan balik (feed back) bagi penyempurnaan pendidikan.

Bertitik tolak dari uraian di atas, maka evaluasi dalam bidang pendidikan (khususnya evaluasi terhadap prestasi belajar peserta didik) merupakan suatu proses yang sistematis, yang berusaha untuk mengetahui sejauh mana tingkat pencapaian siswa atas tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. Sekaligus dapat memberikan gambaran tentang efektivitas pengajaran yang  dilakukan oleh guru yang bersangkutan.

Evaluasi yang dilaksanakan secara berkesinambungan, akan membuka peluang bagi evaluator untuk membuat perkiraan (estimations), apakah tujuan yang telah dirumuskan akan dapat dicapai pada waktu yang telah ditentukan, ataukah tidak. Apabila berdasarkan data hasil evaluasi itu diperkirakan bahwa tujuan tidak akan dapat dicapai sesuai dengan rencana, maka evaluator akan berusaha untuk mencari dan menemukan factor-faktor penyebabnya, serta mencari dan menemukan jalan keluar atau cara-cara pemecahannya. Jadi kegiatan evaluasi pada dasarnya juga dimaksudkan untuk melakukan perbaikan atau penyempurnaan usaha.

Menurut Sudijono (2003:17) bahwa di antara kegunaan yang dapat dipetik dari kegiatan evaluasi dalam bidang pendidikan adalah:

  1. Terbukanya kemungkinan bagi evaluator guna memperoleh informasi tentang hasil-hasil program yang telah dicapai dalam rangka pelaksanaan program pendidikan.
  2. Terbukanya kemungkinan untuk dapat diketahuinya relevansi antara program pendidikan yang telah dirumuskan, dengan tujuan yang hendak dicapai
  3. Terbukanya kemungkinan penyesuaian dan penyempurnaan usaha perbaikan, penyesuaian dan penyempurnaan program pendidikan yang dipandang lebih berdaya guna, sehingga tujuan yang dicita-citakan akan dapat dicapai dengan hasil yang sebaik-baiknya.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa evaluasi merupakan bagian yang  mutlak dari pembelajaran. Dengan adanya evaluasi, guru telah mendapatkan pelajaran yang cukup berharga untuk menyempurnakan metode-metode yang sudah baik dan mengatasi kekurangan-kekurangan metode yang tidak efektif.

Fungsi dan Tujuan Evaluasi

Guru ataupun pengelola pengajaran melakukan evaluasi dengan maksud dapat mengetahui prestasi belajar siswa, dapat mengetahui seberapa jauh efisiensi metode, teknik dan alat yang digunakan, mengetahui yang telah dipelajari siswa dan kesulitan-kesulitan yang dialami selama belajar. Evaluasi juga untuk mengukur seberapa jauh atau seberapa besar kemajuan atau perkembangan program yang dilaksanakan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah dirumuskan.

Sebagaimana yang dikemukakan oleh Sudijono (2003:16-17) bahwa tujuan evaluasi pendidikan ada dua yaitu:

  1. Tujuan umum

(i)     untuk menghimpun bahan-bahan keterangan yang akan dijadikan sebagai bukti mengenai taraf perkembangan atau taraf kemajuan yang dialami oleh para peserta didik, setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu.

(ii)   Untuk mengetahui tingkat efektivitas dari metode-metode pengajaran yang telah dipergunakan dalam proses pembelajaran selama jangka waktu tertentu.

  1. Tujuan Khusus

(i)     Untuk meransang kegiatan peserta didik dalam menempuh program pendidikan. Tanpa adanya evaluasi maka tidak mungkin timbul kegairahan atau ransangan pada diri peserta didik untuk memperbaiki dan meningkatkan prestasinya masing-masing.

(ii)   Untuk mencari dan menemukan factor-faktor penyebab keberhasilan dan ketidakberhasilan peserta didik dalam mengikuti program pendidikan, sehingga dapat dicari dan ditemukan jalan keluar atau cara-cara perbaikannya.

Selanjutnya Arikunto (1988:9) mengemukakan bahwa tujuan atau fungsi evaluasi ada beberapa hal:

  1. Penilaian berfungsi selektif

Dengan cara mengadakan penilaian guru mempunyai cara untuk mengadakan seleksi atau penilaian terhadap siswanya. Penilaian itu sendiri mempunyai tujuan, antara lain:

(i)      Untuk memilih siswa yang dapat diterima di sekolah tertentu.

(ii)    Untuk memilih siswa yang dapat naik kelas atau tingkat berikutnya

(iii)  Untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa

(iv)  Untuk memilih siswa yang sudah berhak meninggalkan sekolah, dan sebagainya.

  1. Penilaian berfungsi diagnotif

Apabila alat yang digunakan dalam penilaian cukup memenuhi persyaratan, maka dengan melihat hasilnya, guru akan mengetahui kelemahan siswa. Jadi dengan mengadakan penilaian, guru telah mengadakan diagnosa kepada siswa tentang kebaikan dan kelemahan.

  1. Penilaian berfungsi seabgai penempatan

Pendekatan yang lebih bersifat melayani perbedaan kemampuan, adalah pengajaran secara kelompok. Untuk dapat menentukan dengan pasti di kelompok mana seorang siswa harus ditempatkan, digunakan suatu penilaian. Sekelompok siswa yang mempunyai hasil penilaian yang sama, akan berada dalam kelompok yang sama dalam belajar.

  1. Penilaian berfungsi sebagai pengukur keberhasilan penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana suatu program berhasil diterapkan.

Arikunto (1988:5-7) juga menyebutkan bahwa dalam dunia pendidikan, khususnya dunia persekolahan, penilaian mempunyai makna ditinjau dari berbagai segi:

  1. Makna bagi siswa

(i)     Memuaskan

Jika siswa memperoleh hasil yang memuaskan, dan hal itu menyenangkan, tentu kepuasan itu ingin diperolehnya lagi pada kesempatan lain waktu.

(ii)    Tidak memuaskan

Jika siswa tidak puas dengan hasil yang diperoleh, ia akan berusaha agar lain kali keadaan itu tidak terulang lagi

  1. Makna bagi guru

(i)      Dengan hasil penilaian yang diperoleh guru akan dapat mengetahui siswa-siswa mana saja yang sudah melanjutkan pelajarannya, karena sudah berhasil menguasai bahan, maupun mengetahui siswa-siswa yang belum berhasil menguasai bahan. Dengan petunjuk ini guru dapat lebih memusatkan perhatiannya kepada siswa-siswa yang belum berhasil.

(ii)    Guru akan mengetahui apakah materi yang diajarkan sudah tepat bagi siswa sehingga untuk memberikan pengajaran di waktu yang akan dating tidak perlu diadakan perubahan.

(iii)  Guru akan mengetahui apakah metode yang digunakan sudah tepat atau belum

  1. Makna bagi sekolah

(i)      Dengan hasil penilaian akan diketahui bagaimana hasil belajar siswa-siswanya, dapat diketahui pula apakah kondisi belajar yang diciptakan oleh sekolah sudah sesuai dengan harapan atau belum. Hasil belajar merupakan cermin kualitas sesuatu sekolah.

(ii)    Melalui evaluasi dapat diperoleh informasi dari guru tentang tepat tidaknya kurikulum untuk sekolah itu sehingga dapat merupakan bahan pertimbangan bagi perencanaan sekolah untuk masa-masa yang akan datang.

(iii)  Informasi hasil penilaian yang diperoleh dari tahun ke tahun dapat digunakan sebagai pedoman bagi sekolah, yang dilakukan oleh sekolah sudah memenuhi standar atau belum.

Dengan mengetahui makna penilaian ditinjau dari berbagai segi dalam sistem pendidikan, diperoleh bahwa evaluasi dalam pelaksanaan pendidikan tujuannya adalah selalu diarahkan pada siswa baik secara individual maupun klasikal.

5 Tanggapan

  1. trimakasih yach tlh membantu saya mndptkan info tentang evaluasi belajar, isi pokok bahasan sangat penting bg saya, namun bisa g’ krimkan file k email sy, tentang bagai mana prosedur n teknik mendiaqnosis kesulitan belajar bg siswa n mahasiswa.

  2. thanks y brothr……
    membantu banget buat q…

  3. Ehmm………………..
    gthu to…….mkcih2….3…..

  4. makasih ya mas..
    tulisannya bantu saya hadapi mid test…

  5. like this

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: