AKUNTANSI PEMBENTUKUAN PERSEKUTUAN

Pembentukan persekutuan dapat dilakukan dengan dua kemungkinan yaitu pembentukan persekutuan baru dengan berdasarkan perjanjian atau kesepakatan dua orang atau lebih dan kemungkinan kedua yaitu pembentukan persekutuan berdasarkan perjanjian dua orang atau lebih yang sebagaian atau seluruh dari mereka sudah memiliki perusahaan perorangan. Orang-orang yang mengadakan perjanjian inilah yang disebut dengan sekutu.
Pencatatatan dalam hal ini dapat dilakukan dengan dua cara, yakni : a. Melanjutkan pembukuan perusahaan lama. b. Membuat pencatatan buku baru. Kedua metode tersebut akan menghasilan laporan keuangan (neraca) yang sama.

Melanjutkan Pencatatan Buku Perusahaan Lama
Apabila menggunakan metode ini, maka semua catatan akutansi dari perusahaan perorangan yang lama tetap digunakan dan menjadi dasar pencatatan berikutnya yang akan dilakukan dalam persekutuan yang baru dibentuk. Semua aktiva dan pasiva dari perusahaan perorangan menjadi aktiva dan pasiva persekutuan setelah diadakan penyesuain terhadap nilai wajar. Penyetoran modal oleh sekutu lainnya akan dicatat layaknya penyetoran modal dalam perusahaan perorangan.

Contoh 2
Clara pemilik sebuah toko pakaian yang dikelola secara perorangan. Awal tahun 2010 Clara berniat mengembangkan usahanya dengan mengajak bergabung Intan dan Tata. Intan dan Tata sepakat bergabung dengan menyetorkan modal masing-masing sebesar Rp. 30.000.000 dan Rp. 45.000.000. Pada tanggal 15 Januari mereka sepakat mebentuk persekutuan yang diberi nama Fa CINTA. Pada tanggal pembentukan posisi ke uangan Perusahaan milik Clara adalah sebagai berikut:

Toko Clara
Neraca
Per 2 Januari 2010

Aktiva

Kas Rp. 6.000.000
Piutang Rp. 14.500.000
Penyisihan Piutang Ragu (Rp. 250.000)
Persediaan Rp. 35.000.000
Aktiva Lancar Lainnya Rp. 12.750.000
Aktiva Tetap Rp. 15.000.000
Akumulasi Depresiasi AT (Rp. 2.500.000) Pasiva

Hutang Usaha Rp. 15.000.000
Hutang Lancar Lain Rp. 2.500.000
Hutang Jk Panjang Rp. 12.500.000

Modal Clara Rp. 50.500.000

Total Aktiva Rp. 80.500.000 Total Pasiva Rp. 80.500.000

Persekutuan akan mengambil alih aktiva dan menanggung kewajiban, akan tetapi harus dibuat penyesuaia sebagai berikut:
1. Clara mengambil kas sebesar Rp. 1.000.000 dan sisanya yang disertakan dalam persekutuan
2. Setelah dilakukan penilaian, nilai persediaan barang dagang ditaksir Rp. 36.500.000
3. Nilai buku aktiva tetap disepakati Rp.10.000.000. dan nilai akumulasi penyusutan dinolkan

Transaksi Jurnal
Jurnal untuk mencatat masuknya sekutu Intan
Intan menyerahkan uang tunai dengan nominal Rp. 30.000.000
Kas Rp. 30.000.000
Modal, Nn Intan Rp. 30.000.000
Jurnal untuk mencatat masuknya sekutu Tata
Tata menyerahkan uang tunai dengan nominal Rp. 45.000.000
Kas Rp. 45.000.000
Modal, Nn Intan Rp. 45.000.000
Jurnal untuk mencatat masuknya sekutu Clara dengan mengadakan penyesuaian terhadap buka lam
– Clara menarik uang tunai, menyebabkan pengeruangan kas Rp. 1.500.000
– Perubahan nilai persediaan bertambah Rp. 1.500.000
– Nilai buku aktiva tetap ditaksir senilai 10.000.000 dengan mengnolkan akumulasi penyustan sehingga menurunkan harga perolehan senilai Rp. 5.000.000
Setiap adanya perubahan nilai aktiva akan mempengaruhi jumlah modal dalam neraca

Persediaan Rp. 1.500.000
Ak. Penyusutan AT Rp. 2.500.000
Modal, Clara Rp. 2.000.000
Kas Rp. 1.000.000
Aktiva Tetap Rp. 5.000.000

Neraca persekutuan pada tanggal pembentukan akan terlihat seperti berikut:

Firma CINTA
Neraca
Per 2 Januari 2010

Aktiva

Kas Rp. 80.000.000
Piutang Rp. 14.500.000
Penyisihan Piutang Ragu (Rp. 250.000)
Persediaan Rp. 36.500.000
Aktiva Lancar Lainnya Rp. 12.750.000
Aktiva Tetap Rp. 10.000.000 Pasiva

Hutang Usaha Rp. 15.000.000
Hutang Lancar Lain Rp. 2.500.000
Hutang Jgk Panjang Rp. 12.500.000

Modal Clara Rp. 48.500.000
Modal Intan Rp. 30.000.000
Modal Tata Rp. 45.000.000
Total Aktiva Rp. 153.500.000 Total Pasiva Rp. 153.500.000

Pencatatan Menggunakan Buku Baru
Dalam metode pencatatan ini, perkiraan Neraca atau buku besar dari perusahaan sekutu yang ada sebelumnya harus ditutup lebih dahulu. Persekutuan hanya mengakui pencatatan nilai dari masing-masing sekutu sesuai dengan penilaian kembali dari masing-masing Account dalam Neraca yang diberikan.
Dengan menggunakan Contoh 2 di atas maka jurnal yang diperoleh adalah sebagai berikut:
Transaksi Jurnal
Jurnal untuk mencatat masuknya sekutu Intan
Intan menyerahkan uang tunai dengan nominal Rp. 30.000.000
Kas Rp. 30.000.000
Modal, Nn Intan Rp. 30.000.000
Jurnal untuk mencatat masuknya sekutu Tata
Tata menyerahkan uang tunai dengan nominal Rp. 45.000.000
Kas Rp. 45.000.000
Modal, Nn Intan Rp. 45.000.000
Jurnal untuk mencatat masuknya sekutu Clara dengan mengadakan penyesuaian terhadap buka lama
– Clara menarik uang tunai, menyebabkan pengeruangan kas Rp. 1.000.000. Jadi kas yang disertakan adalah Rp. 5.000.000
– Persediaan setelah nilai menjadi Rp. 36.500.000
– Nilai buku aktiva tetap ditaksir senilai 10.000.000 dengan mengnolkan akumulasi penyustan sehingga yang diserahkan kepada
Setiap adanya perubahan nilai aktiva akan mempengaruhi jumlah modal dalam neraca

Kas Rp. 5.000.000
Piutang Rp. 14.500.000
Penys. Piutang Ragu (Rp. 250.000)
Persediaan Rp. 36.500.000
Aktiva Lancar Lain Rp. 12.750.000
Aktiva Tetap Rp. 10.000.000
Hutang Usaha Rp. 15.000.000
Hutang Lancar Lain Rp. 2.500.000
Hutang Jgk. Panjang Rp. 12.500.000
Modal, Clara Rp. 48.500.000

Neraca yang dihasilkan dengan metode ini sama apabila persekutuan melanjut catatan perusahaan perorangan. Jadi pada tanggal pembentukan juga akan terlihat seperti berikut:

Firma CINTA
Neraca
Per 2 Januari 2010

Aktiva

Kas Rp. 80.000.000
Piutang Rp. 14.500.000
Penyisihan Piutang Ragu (Rp. 250.000)
Persediaan Rp. 36.500.000
Aktiva Lancar Lainnya Rp. 12.750.000
Aktiva Tetap Rp. 10.000.000 Pasiva

Hutang Usaha Rp. 15.000.000
Hutang Lancar Lain Rp. 2.500.000
Hutang Jgk Panjang Rp. 12.500.000

Modal Clara Rp. 48.500.000
Modal Intan Rp. 30.000.000
Modal Tata Rp. 45.000.000
Total Aktiva Rp. 153.500.000 Total Pasiva Rp. 153.500.000

Akuntansi untuk Pembentukan Persekutuan

Pembentukan Persekutuan Baru
Masing-masing sekutu menyetor modal untuk mendirikan persekutuan baru. Modal ini dapat berupa uang tunai, aktiva non-kas maupun aktiva tidak berwujud seperti skill yang dimiliki. Bila modal yang disetor berupa aktiva non-kas, maka penilaian besarnya modal harus sesuai dengan perjanjian masing-masing sekutu agar mendapatkan nilai wajar.
Penanaman modal masing-masing sekutu akan dicatat sama dengan cara perusahaan perseorangan. Tetapi bedanya dalam persekutuan, modalnya dipisah-pisah antara modal masing-masing sekutu.

Contoh 1
Tuan Nyaris dan Tuan Untung pada tanggal 2 Februari 2010, sepakat membentuk satu persekutuan baru yang bergerak di bidang pengembangan software dengan nama Fa. Nyaris Untung. Tuan Nyaris menyerahkan uang tunai Rp. 30.000.000 dan peralatan komputer ditaksir senilai Rp. 12.500.000. Sedangkan Tuan Untung menyerahkan bangunan senilai Rp. 50.000.000. Pada saat penyerahan modal masing-masing sekutu akan dicatat sebagai berikut:

Kas Rp. 30.000.000
Peralatan Komputer Rp. 12.500.000
Bangunan Rp. 50.000.000
Modal Tn Nyaris Rp. 42.500.000
Modal Tn Untung Rp. 50.000.000

Modal Tn Nyaris bertambah sebesar Rp. 42.500.000 sesuai dengan aktiva yang diserahkan yaitu uang tunai dan peralayan komputer masing-masing Rp. 30.000.000 dan Rp. 12.500.000, sedangkan Modal Tuan Untung sebesar Rp. 50.000.000 sesuai dengan nilai taksir terhadap gedung yang diserahkan.

Pembentukan Persekutuan dengan Mengubah Perusahaan Perorangan
Pada umumnya perubahan perusahaan perorangan didasari pada kebutuhan penambahan modal. Perorangan yang menjalankan perusahaan sering sekali membutuhkan penambahan investasi untuk berbagai kepentingan seperti perluasan wilayah pemasaran, peningkatan output produksi dan lain sebagainya. Mendapatkan pinjaman dari pihak ketiga (kreditor) dan mengajak bergabung orang lain merupakan dua opsi yang lazim dilakukan untuk memenuhi kebutuhan modal tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: